Hari-hari berikutnya, Rina dan Ibu Sari menjadi sahabat sejati. Mereka bersama menenun kain batik, menyiapkan jamuan lebaran, bahkan berlatih yoga di teras pada senja. Setiap gerakan, setiap tawa, menumbuhkan ikatan yang melampaui label “menantu” dan “mertua”.
Namun, di dalam hati Rina, ada bisik yang mengganggu. Ia merasakan sesuatu yang lebih dalam pada Ibu Sari, sesuatu yang tidak pernah ia duga akan tumbuh di antara mereka. JUX-467 Hubungan Terlarang Mertua Dan Menantuny...